Teheran, 6 Maret 2026 – Otoritas Teheran mengungkapkan lebih dari 1.200 orang tewas akibat serangan AS dan Israel sejak akhir pekan lalu. Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran melaporkan minimal 1.230 korban martir sejak Sabtu (28 Feb) waktu setempat.
Washington dan Tel Aviv menyatakan bahwa serangan menargetkan sistem rudal, angkatan laut, serta komando militer Teheran. Namun Press TV mengutip bahwa sebagian besar serangan tersebut menembak area sipil di Teheran dan kota‑kota lain di Iran.
Dalam gelombang pertama, AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama jajaran komandan militer. Selama kurang dari satu minggu, serangan udara menghantam sekolah, rumah sakit, fasilitas olahraga, situs warisan budaya, dan permukiman padat penduduk.
Warga Iran memakamkan ratusan korban di Teheran dan kota‑kota lain. Para pejabat senior menilai setiap penyerangan sengaja terhadap tempat-tempat sipil dan warisan budaya sebagai pelanggaran hukum kemanusiaan internasional dan kejahatan perang.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke target Israel serta pangkalan AS di negara‑negara Teluk. Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negara tersebut tidak memiliki pilihan selain membela diri terhadap serangan militer gabungan AS‑Israel.
—DataBicara: Serangan bersifat terkoordinasi, menimbulkan kerusakan luas dan korban sipil yang signifikan.
