Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) belum memiliki rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Lebanon. Pada tanggal 6 Maret 2026, Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menginformasikan bahwa terdapat 939 WNI di Lebanon, sebagian besar merupakan personel TNI yang bertugas di UNIFIL.
Meskipun belum ada rencana evakuasi, Heni menegaskan bahwa Kemlu terus memantau kondisi lapangan dan sedang menyiapkan rencana kontinjensi. Ia juga menyebutkan bahwa opsi evakuasi akan dipertimbangkan bila diperlukan.
Situasi di Lebanon semakin kompleks karena serangan udara Israel terhadap posisi Hizbullah di Beirut serta penyerangan militer Israel ke wilayah selatan Lebanon. Pada akhir minggu lalu, pasukan infanteri Israel dikabarkan memasuki wilayah tersebut sebagai respons atas serangan milisi Syiah.
Hizbullah sendiri menanggapi serangan udara AS-Israel dengan menyerang sasaran di utara Israel menggunakan roket dan drone pada 1–2 Maret. Konflik ini merupakan bagian dari ketegangan regional yang lebih luas, dengan tujuan strategis Israel meliputi melemahkan Hizbullah, menstabilkan perbatasan utara, serta membatasi pengaruh Iran.
