Washington DC – Presiden Donald Trump mengumumkan kemungkinan aksi militer AS terhadap Kuba setelah perang melawan Iran berakhir. Pernyataan itu dilaporkan Al Jazeera dan CNBC pada Jumat (6/3/2026) saat Trump berbicara di Gedung Putih, Kamis (5/3), selama kunjungan tim sepak bola Inter Miami.
Trump mengucapkan terima kasih kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio atas “pekerjaan fantastis” yang dilakukan di Kuba. Ia menyatakan bahwa sanksi-sanksi AS telah memperketat ekonomi pulau tersebut.
“Perang Iran sudah selesai, itu hanya masalah waktu sebelum kita kembali ke Kuba,” ujar Trump di hadapan audiens mayoritas Miami, termasuk keturunan Kuba.
Pernyataan ini muncul ketika Trump memuji kemenangan militer AS dan Israel di Timur Tengah serta menegaskan bahwa pasokan minyak Venezuela ke Kuba akan diputus. Ia juga mengingatkan tentang operasi militer AS yang menewaskan puluhan orang di Venezuela.
Trump menunjukkan ketidaksukaan terhadap batasan hukum internasional terkait intervensi militer, dengan menyatakan bahwa penggunaan kekuatan militer “sudah berhasil” dalam berbagai konflik.
—DataBicara: Pernyataan Trump menambah ketegangan hubungan AS‑Kuba dan memperkuat rencana kebijakan luar negeri yang agresif di wilayah Karibia.
