Jakarta – Kapoksi PAN Komisi XII DPR Aqib Ardiansyah mengimbau masyarakat tetap tenang setelah muncul kekhawatiran tentang stok bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik AS‑Israel dengan Iran. Ia menegaskan bahwa Pertamina telah menyiapkan stok BBM nasional rata‑rata 21 hari dan akan terus melakukan top‑up agar pasokan tidak menurun.
Aqib menyatakan Komisi XII DPR sudah memantau kondisi pasokan energi sejak sebelum Ramadan, bahkan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi BBM dan LPG tetap aman bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa penurunan stok tidak akan terjadi satu hari seiring konsumsi, sehingga stok dapat dipertahankan selama 21 hari.
Ia juga meminta publik agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying serta membudayakan pola hidup hemat energi. Aqib menegaskan pentingnya pola distribusi terukur dalam menjaga keamanan stok.
Sementara itu, di wilayah Aceh tengah terjadi antrean warga yang membawa jeriken untuk membeli BBM di SPBU dan Pertashop. Video tersebut menjadi viral di media sosial pada Jumat (6/3). Antrean ini juga meluas ke lima SPBU Kota Banda Aceh, mempengaruhi lalu lintas kendaraan roda dua maupun empat.
—DataBicara: Peringatan PAN menegaskan bahwa stok BBM tetap aman dengan sistem top‑up berkelanjutan, namun situasi lokal di Aceh menunjukkan perlunya pengawasan lebih lanjut terhadap perilaku pembelian massal.
