Perang di Timur Tengah terus berkecamuk. Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, mengatakan Iran siap untuk "perang berkepanjangan" dengan Amerika Serikat dan Israel serta akan memperkenalkan senjata strategis generasi baru.
Jenderal tersebut menegaskan bahwa serangan di bawah Operasi "Janji Sejati 4" hanyalah sebagian kecil dari kemampuan militer Iran. Ia menyatakan bahwa teknologi baru belum dikerahkan secara luas, namun siap digunakan pada gelombang operasi berikutnya.
Pengumuman ini bersamaan dengan peluncuran rudal Khayber ke Tel Aviv, yang menimbulkan ledakan di seluruh wilayah tersebut. Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di gedung perumahan dekat pusat komersial yang diduduki Israel.
Laporan AFP menyebut bahwa serangan itu terjadi setelah Israel memperluas kampanye melawan Hizbullah, sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Stasiun televisi pemerintah Iran menampilkan video rudal yang menyerang jantung Tel Aviv.
Di Tel Aviv, dua gelombang ledakan terdengar bersamaan, sementara jejak roket menerangi langit di Netanya. Layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), melaporkan tidak ada korban jiwa meski terjadi kerusakan.
Polisi Israel mengatakan sedang menangani lokasi kejadian rudal yang jatuh di wilayah tengah Israel dan menegaskan bahwa belum ada luka parah.
āDataBicara: Tindakan militer kedua belah pihak meningkatkan ketegangan regional.
