DB
Data Bicara
2026-03-06T03:14:00.000Z

Trump Tuntut Peran dalam Pemilihan Pengganti Khamenei

Trump Tuntut Peran dalam Pemilihan Pengganti Khamenei

WASHINGTON DC – Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin Iran sejak 1989, meninggal pada Sabtu (28/2) setelah serangan terkoordinasi AS-Israel di Teheran. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim dirinya harus ikut memilih pengganti Khamenei.

Dalam wawancara dengan media Axios, Trump menolak putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai kandidat yang layak. Ia menyebut bahwa “putra Khamenei kurang berpengaruh” dan membandingkan situasi Iran dengan Venezuela, di mana presiden sementara Delcy Rodriguez bekerja sama dengan AS.

Trump juga menyatakan bahwa AS dapat kembali terlibat konflik selama lima tahun jika tidak ada pemimpin yang disukai di Iran. Ia menegaskan keinginannya agar pengganti Khamenei membawa keselarasan dan perdamaian.

Namun, keputusan akhir seharusnya dibuat oleh Majelis Pakar, badan 88 ulama senior Iran. Mayoritas anggota Majelis Pakar diketahui menentang AS. Otoritas Iran mengonfirmasi wafatnya Khamenei pada Minggu (1/3) dan memulai masa berkabung selama 40 hari.

Nama-nama yang disebut sebagai calon pengganti termasuk Mojtaba Khamenei (56), Alireza Arafi (67), Mohammad Mehdi Mirbagheri (60), Hassan Khomeini (50), dan Hashem Hosseini Bushehri (60). Hingga kini, otoritas Iran belum secara resmi mengumumkan pengganti.

—DataBicara: Trump menyatakan keterlibatannya dalam pemilihan tanpa mekanisme formal, menimbulkan pertanyaan tentang legitimasi proses pemilihan di Iran.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.