Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan implementasi energi baru dan terbarukan (EBT) di pemerintahan beliau. Untuk itu, ia membentuk satuan tugas khusus yang akan mengkoordinasikan kebijakan EBT.
Satuan tugas tersebut diketuai oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. Ketua satgas ini bertugas menyusun rencana aksi serta memastikan pelaksanaan program energi bersih berjalan sesuai jadwal.
Pada Kamis (5/3/2026), Bahlil melaporkan bahwa rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta telah selesai. Rapat tersebut difokuskan pada implementasi energi bersih dan terbarukan.
Dengan pembentukan satgas ini, pemerintah berharap dapat mempercepat transisi ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan serta meningkatkan ketersediaan listrik bersih bagi masyarakat.
āDataBicara: Kebijakan energi bersih menjadi prioritas pemerintah dengan dukungan lembaga terkait."
