Beirut – Israel meluncurkan serangan udara beruntun terhadap area ibu kota Lebanon dengan menargetkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Satu pejabat senior Hamas, Wassim Atallah al‑Ali, tewas di daerah pengungsi Beddawi dekat Tripoli.
Pada Senin (3/2) Hizbullah menyerang Israel sebagai balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Sejak itu, Israel menembak target-target di berbagai wilayah Lebanon dan mengerahkan pasukan darat ke kota perbatasan.
Kantor berita Lebanon National News Agency (NNA) melaporkan pada Kamis (5/3) bahwa dua serangan menghantam benteng Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, menimbulkan asap. NNA juga mencatat drone Israel menabrak apartemen di Beddawi dan menewaskan pejabat Hamas serta istrinya.
Selain itu, drone lain menabrak kendaraan di bagian selatan Lebanon, menewaskan setidaknya tiga orang, dan serangan udara lainnya menghantam rumah di distrik Tyre. Israel belum mengonfirmasi serangan-serangan ini.
Penyendiri Hizbullah, Naim Qassem, bersumpah melanjutkan pertempuran dan mengklaim telah menarget posisi Israel hingga ke Tel Aviv dalam 15 serangan. Ia menegaskan bahwa Hizbullah tidak akan menyerah.
Otoritas Lebanon menyatakan setidaknya 72 orang tewas, 437 luka-luka, dan 83.000 orang mengungsi sejak Senin (3/2).
