Jakarta – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menilai bahwa eskalasi konflik militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi memicu dampak berantai terhadap stabilitas keamanan global, termasuk Indonesia.
Pada keterangan tertulis pada Kamis (5/3/2026), Ketua Bidang Hukum Pertahanan dan Keamanan PB HMI, Rifyan Ridwan Saleh, menegaskan bahwa perang di kawasan Timur Tengah bukan sekadar konflik regional. Ia menyatakan bahwa dalam sistem keamanan global yang saling terhubung, setiap eskalasi militer memiliki implikasi strategis yang dapat memengaruhi stabilitas negara-negara lain.
PB HMI mengharapkan pemerintah Indonesia menanggapi peringatan tersebut dengan serius. Menurut PB HMI, potensi efek domino meliputi gangguan terhadap stabilitas energi global karena ketegangan di kawasan Timur Tengah, wilayah yang menjadi salah satu pusat distribusi minyak dunia.
—DataBicara: PB HMI mengingatkan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia perlu memperhatikan dinamika geopolitik untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan nasional.
