Arab Saudi mengumumkan pada Kamis (5/3) bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan tiga rudal jelajah serta tiga drone tempur di wilayah al-Kharj, serta satu drone lagi di area al-Jouf. Kejadian ini terjadi setelah rentetan serangan rudal dan drone menargetkan Saudi akibat konflik antara Amerika SerikatāIsrael melawan Iran.
Serangan yang berawal pada Sabtu (28/2) oleh AS-Israel terhadap wilayah Iran telah memicu balasan Teheran, yang menyerang target di Israel dan negara-negara Teluk termasuk Saudi. Sehari sebelumnya, Rabu (4/3), Saudi menyatakan berhasil menghancurkan dua rudal jelajah dan satu drone di Provinsi al-Kharj serta sembilan drone lain.
Pada Selasa (3/3) pula, pasukan Saudi mencatat delapan drone yang menargetkan Riyadh dan Al-Kharj telah dicegat. Salah satu serangan drone diarahkan ke Kedutaan Besar AS di Riyadh; meskipun berhasil dicegat, serangan tersebut memicu kebakaran terbatas dan kerusakan material kecil.
Kementerian Pertahanan Saudi menegaskan bahwa negara memiliki "hak penuh" untuk merespons serangan Iran terhadap ibu kota Riyadh serta wilayah lainnya. Pemerintah menganggap serangan-serangan tersebut sebagai tindakan terang-terangan dan pengecut.
āDataBicara: Serangan Iran terus meningkat seiring eskalasi konflik regional, menambah beban pertahanan Saudi.
