Pada Sabtu (28/02), setelah bom Israel dan Amerika Serikat menargetkan Teheran, Rusia merilis pernyataan tegas melalui perwakilan PBB Vassily Nebenzia. Ia menggambarkan serangan tersebut sebagai "tindakan agresi bersenjata tanpa provokasi terhadap negara anggota PBB yang berdaulat dan merdeka."
Meskipun Rusia merupakan sekutu utama Iran, kepentingan geopolitik dan ekonomi Rusia terancam bila rezim Iran runtuh. Oleh karena itu, Rusia menyoroti dampak potensial bagi stabilitas regional dan keamanan energi.
Rusia tidak turun langsung untuk membantu Iran karena perjanjian strategisnya melibatkan kerjasama proyek ekonomi vital antara kedua negara. Hal ini ditekankan oleh Nikita Smagin, peneliti Rusia dan Timur Tengah yang berbasis di Azerbaijan, yang menegaskan pentingnya hubungan tersebut bagi keamanan energi.
Kebijakan Rusia menunjukkan keseimbangan antara dukungan politik dan kebutuhan untuk menjaga stabilitas pasar minyak serta menghindari eskalasi konflik lebih lanjut.
