Doha – Otoritas Qatar menolak klaim Iran bahwa serangannya di wilayah Teluk hanya ditujukan pada target Amerika Serikat (AS) dan bukan Doha. Qatar menyatakan sejumlah serangan Iran menghantam area sipil dan permukiman.
Perdebatan terjadi dalam percakapan telepon antara Perdana Menteri (PM) Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani—yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri—dengan Menlu Iran Abbas Araghchi pada Rabu (4/3). Araghchi mengulangi klaim tersebut saat berbicara via telepon.
Sheikh Mohammed secara tegas menolak klaim itu, menyatakan fakta di lapangan menunjukkan serangan Iran mengenai area-area sipil dan permukiman di Qatar. Ia menegaskan bahwa serangan Teheran menghantam area dekat Bandara Internasional Hamad serta infrastruktur vital dan zona industri, termasuk fasilitas produksi gas alam cair.
"Ini merupakan pelanggaran terang‑terangan terhadap kedaulatan negara Qatar dan prinsip‑prinsip hukum internasional," tegas Sheikh Mohammed dalam percakapan tersebut. Ia menilai tindakan Iran mencerminkan eskalasi dan tidak menunjukkan keinginan tulus untuk de‑eskalasi atau solusi.
Sheikh Mohammed menekankan bahwa serangan Iran bertujuan merugikan negara-negara tetangga serta menyeret mereka ke perang yang bukan urusan mereka. Sebagai PM, ia menyerukan penghentian segera serangan-serangan tersebut terhadap negara di kawasan yang telah menjauhkan diri dari konflik.
Meskipun Qatar selalu condong pada dialog dan diplomasi, negaranya bersedia mengkonfrontasi setiap agresi yang mengancam kedaulatan, keamanan, integritas teritorial, atau kepentingan nasionalnya. Sheikh Mohammed menegaskan bahwa serangan-serangan Iran tidak dapat dibiarkan begitu saja, mengutip hak inheren Qatar untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB).
Iran menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset militer dan pasukan AS, termasuk Qatar, sebagai balasan atas serangan terkoordinasi oleh Washington dan Israel terhadap wilayahnya sejak Sabtu (28/2). Serangan-serangan Teheran ini meningkatkan ketegangan di seluruh kawasan Timur Tengah.
