Banjir melanda sebelas desa di lima kecamatan Kabupaten Sragen pada malam Rabu (4/3/2026). Banji disebabkan hujan sedang dan anak sungai Bengawan Solo yang meluap.
Kepala BPBD Sragen, Triyono, mengatakan wilayah tersebut diguyur hujan sejak pukul 20.00 WIB, ditambah kondisi hulu juga hujan tinggi sehingga debit air tidak dapat menampung dan meluap ke permukiman serta akses jalan warga.
Desa yang terdampak tersebar di Kecamatan Ngrampal, Sragen, Sidoharjo, Masaran, dan Sambungmacan. Saat ini, Triyono menyatakan kondisi sudah mulai berangsur surut.
āDataBicara: Dampak banjir menunjukkan pentingnya pengelolaan hulu untuk mencegah peluasannya di wilayah permukiman.
