Jakarta – Pengamat Transportasi Ki Darmaningtyas dari INSTRAN menilai perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran akan memicu kenaikan harga BBM. Pada Kamis (5/3/2026), ia menyatakan bahwa naiknya BBM tidak hanya menaikkan biaya bahan bakar, tetapi juga merusak nilai rupiah karena pemerintah harus membeli banyak dolar AS untuk impor BBM.
Kenaikan signifikan BBM diprediksi akan mengangkat biaya transportasi bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Selain itu, tarif tol tinggi akan menambah beban finansial bagi pengguna mobil pribadi.
—DataBicara: Perkiraan kenaikan BBM dapat memicu lonjakan biaya perjalanan mudik.
