DB
Data Bicara
2026-03-05T00:30:00.000Z

Iran Peringatkan Negara Eropa Tak Ikut Perang

Iran Peringatkan Negara Eropa Tak Ikut Perang

Jakarta – Iran mengeluarkan peringatan resmi kepada negara-negara Eropa pada Selasa (3/3) untuk tidak ikut serta dalam konflik yang dianggapnya sebagai perang.
Pernyataan tersebut muncul ketika beberapa negara Eropa sedang memperkuat pertahanan mereka karena khawatir konflik di Timur Tengah dapat meluas ke wilayah lain. Iran menegaskan bahwa setiap tindakan defensif yang diambil oleh negara-negara tersebut akan dianggap sebagai bentuk agresi dan perang.
Pada Senin (2/3) drone tempur buatan Iran menargetkan pangkalan Akrotiri milik Angkatan Udara Inggris di Siprus, sebuah negara anggota Uni Eropa. Drone tersebut diduga ditembakkan dari Lebanon oleh kelompok militan Hizbullah.
Serangan itu memicu Inggris untuk memperkuat pertahanan pangkalan militer di pulau Mediterania dan mempertimbangkan pengiriman kapal perang ke sana. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga sedang mengevaluasi langkah tersebut.
Prancis turut meningkatkan postur pertahanan dengan mengirimkan kapal induk ke kawasan Timur Tengah. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa tindakan ini bertujuan melindungi warga negara dan pangkalan militer di wilayah yang menjadi sasaran Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan dalam konferensi pers pada Rabu (4/3) bahwa setiap upaya defensif oleh negara-negara Eropa akan dianggap sebagai tindakan perang. Ia mengingatkan bahwa "defensif sama artinya dengan ofensif" dan tidak masuk akal bagi negara tersebut.
Baghaei menambahkan bahwa Iran akan memperluas serangan balasan jika negara-negara Eropa berpihak pada agresor. Ia menyatakan bahwa akan sangat disayangkan jika negara-negara tersebut mendukung pihak yang memulai konflik.
—DataBicara: Peringatan ini menegaskan posisi keras Iran dalam menghadapi potensi eskalasi di kawasan, namun belum ada indikasi langsung tindakan militer terhadap Eropa.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.