DB
Data Bicara
2026-03-04T23:45:00.000Z

Golkar Minta Data Ulang Pekerja Migran di Timur Tengah Amid Eskalasi Konflik

Golkar Minta Data Ulang Pekerja Migran di Timur Tengah Amid Eskalasi Konflik

Jakarta – Kapoksi Golkar Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, menyoroti eskalasi konflik antara Iran, AS dan Israel yang memicu permintaan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di kawasan Timur Tengah. Pada Kamis (5/3/2026), Heru mengungkap data resmi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Januari 2026: total PMI di wilayah tersebut mencapai ribuan orang, dengan rincian 8 308 di Arab Saudi, 1 439 di Uni Emirat Arab, dan 763 di Kuwait. Mayoritas bekerja sebagai asisten rumah tangga, perawat lansia, atau buruh sektor informal.

Heru menegaskan bahwa negara wajib memastikan keselamatan PMI sesuai Undang‑Undang Nomor 18 Tahun 2017, khususnya Pasal 6 yang menjamin keamanan dan keselamatan selama bekerja. Ia meminta KBRI dan KJRI di negara penempatan melakukan data ulang serta memantau kondisi lapangan.

Selain itu, Heru menyerukan pembentukan hotline atau pusat informasi khusus bagi PMI agar mereka dapat menerima update mengenai kondisi, keselamatan, dan kebutuhan secara berkala. Ia juga mengajak kementerian pelindungan untuk berkoordinasi intensif dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) guna memastikan keamanan setiap pekerja.

Sementara itu, konflik di Timur Tengah memasuki hari kelima. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan sekitar 40 rudal ke target Amerika Serikat dan Israel pada Rabu (4/3). AS dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak Sabtu (28/2), memicu pembalasan.

—DataBicara: Pemberian data pemantauan PMI di wilayah konflik menambah tekanan diplomatik bagi Indonesia untuk memperkuat perlindungan tenaga kerja asing dalam konteks geopolitik yang kompleks.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.