DB
Data Bicara
2026-03-04T21:02:00.000Z

Trump Keluh Hubungan AS‑Inggris “Tak Seperti Dulu Lagi”

Trump Keluh Hubungan AS‑Inggris “Tak Seperti Dulu Lagi”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluhkan hubungan historis dengan Inggris yang ia sebut "tak seperti dulu lagi" dalam wawancara The Sun pada 3 Maret 2026, di tengah perselisihan transatlantik terkait serangan AS‑Israel terhadap Iran.

Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI), Fredy Buhama Lumban Tobing, menilai keluhan Trump mencerminkan pergeseran kepentingan nasional Inggris dan negara‑negara Uni Eropa lainnya. Ia menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Inggris seringkali tidak selaras dengan AS karena latar belakang historis dan kepentingan nasional masing‑masing.

Menurut Fredy, dinamika di Timur Tengah dan Teluk Persia menjadi titik perbedaan utama. Inggris dan Prancis memiliki hubungan historis panjang dalam pengelolaan konsesi tambang minyak di kawasan tersebut, yang seringkali terancam oleh ambisi AS.

Fredy menegaskan bahwa kontrak‑kontrak konsesi minyak yang selama ini dikuasai Inggris dan Prancis semakin dipengaruhi oleh kebijakan AS. Hal ini membuat Inggris tampaknya tidak lagi sepenuhnya mengikuti keinginan AS di kawasan tersebut.

Trump menyebut hubungan dengan Inggris sebagai "hubungan yang paling solid" namun kini terasa kurang kuat, sekaligus menyoroti hubungan lebih erat dengan negara‑negara lain di Eropa seperti Prancis dan Jerman.

Ia juga mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer atas penolakan untuk mengizinkan pangkalan militer AS dalam konflik dengan Iran. Trump menyatakan bahwa Starmer "tidak membantu" dan menegaskan betapa pentingnya hubungan mereka.

—DataBicara: Kritik Trump lebih mencerminkan ketidakpuasan terhadap kebijakan luar negeri Inggris yang kini bersifat lebih independen daripada sebelumnya, sementara Indonesia memantau dinamika transatlantik ini secara netral.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.