Jakarta – Sebuah kapal selam Amerika Serikat menenggelamkan fregat perang Iran di perairan lepas pantai Sri Lanka pada Rabu (4/3/2026). Tembakan torpedo menewaskan setidaknya 87 pelaut dan membuat puluhan lainnya hilang. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut serangan itu sebagai "kematian senyap" dan penenggelaman pertama oleh AS dengan torpedo sejak Perang Dunia II.
Angkatan laut Sri Lanka menemukan 87 jenazah di dekat kota Galle, sementara 61 pelaut masih hilang. Penyelamatan sedang berlangsung dan beberapa pelaut telah diselamatkan dan dirawat di Galle. Kapal tersebut mengirimkan panggilan darurat pada subuh namun sudah tenggelam sepenuhnya saat kapal penyelamat tiba.
Fregat Iran, bernama IRIS Dena, berlayar setelah latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam, India bagian timur. Serangan terjadi sekitar 40 kilometer selatan Galle. Iran belum merespons, dan duta besar Teheran di Kolombo tidak segera dapat dihubungi.
Sri Lanka, yang tetap netral, menegaskan bahwa responsnya sesuai kewajiban maritim dan akan mendukung penyelamatan di Samudra Hindia. Polisi meningkatkan keamanan di rumah sakit Galle karena kehadiran warga Iran yang terluka.
