Sebuah rudal balistik dari Iran yang melintasi Irak dan Suriah untuk menuju wilayah udara Turki berhasil dihancurkan sistem pertahanan udara NATO. Kementerian Pertahanan Turki menyatakan rudal tersebut jatuh di distrik Dortyol, dekat perbatasan Suriah, tanpa korban jiwa. Pihak Turki mengatakan rudal itu seharusnya ditujukan ke pangkalan di Siprus, tetapi melenceng.
NATO menyatakan postur pertahanannya tetap kuat di wilayah Mediterania timur, termasuk dalam domain udara dan rudal. Jurucitra NATO, Allison Hart, menyatakan NATO berdiri teguh bersama semua sekutu, termasuk Turki, menghadapi serangan Iran yang terus-menerus.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan serangan AS-Israel yang memicu pembalasan Iran adalah 'ilegal'. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengkritik serangan balasan Iran sebagai 'strategi yang salah', menilai bahwa Iran mengambil tindakan 'membabi buta'.
Ankara memperingatkan Teheran agar tidak mengambil langkah yang dapat memperluas konflik. Fidan juga mengajak Iran untuk menghindari tindakan yang bisa memperburuk situasi.
Analisis menunjukkan bahwa insiden ini memperkuat taruhan atas kemungkinan perang regional, meskipun belum ada bukti jelas bahwa Iran berniat menyerang Turki. Kementerian Pertahanan Turki menyatakan siap menanggapi setiap tindakan permusuhan terhadap wilayahnya.
āDataBicara: Insiden ini menunjukkan ketegangan regional yang terus meningkat, dengan NATO berperan sebagai penjaga keamanan di wilayah Mediterania timur, meskipun tidak ada bukti langsung bahwa Iran bertujuan menyerang Turki.
