Jakarta – Pada Sabtu (7/2/2026), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi meluncurkan Fatmawati Trophy 2026 di Museum Fatmawati, Jakarta Selatan. Perlombaan ini dirancang untuk memperingati 103 tahun kelahiran Fatmawati Soekarno dan menonjolkan peran perempuan dalam sejarah bangsa.
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa trofi tersebut merupakan hasil kontemplasi Ketua DPP Prananda Prabowo. Ia menegaskan trofi ini sebagai wujud upaya merawat memori kolektif bangsa serta simbol keteguhan dan kekuatan moral perempuan Indonesia.
Trofi dirancang oleh pemahat nasional Dolorosa Sinaga dalam bentuk figur perempuan berjubah berdiri tegak, yang mengingatkan pada mesin jahit bersejarah milik Fatmawati. Penempatan trofi di depan mesin tersebut menekankan bahwa kemerdekaan lahir dari peran personal yang sering terlupakan.
PDIP berharap kompetisi ini dapat membangun kesadaran sejarah dan memperkuat fondasi ideologis partai melalui gerakan kebudayaan nasional. Ajang ini menempatkan fesyen sebagai medium ideologis untuk menafsirkan nilai perjuangan Fatmawati, seperti kesederhanaan, keanggunan, dan keberanian.
Kompetisi terbuka bagi desainer di seluruh Indonesia dengan tema ‘Ibu Bangsa Fatmawati Soekarno dalam Balutan Wastra Nusantara’. Peserta diwajibkan mengangkat wastra nusantara sebagai medium ideologis serta memenuhi kriteria usia minimal 18 tahun, memiliki KTP, dan portofolio desain.
Jadwal pendaftaran dimulai 1 Februari hingga 31 Maret 2026, dengan seleksi administrasi pada 1‑15 April. Penilaian portofolio akan dilaksanakan 20‑30 April, diikuti pengumuman finalis pada 5 Mei dan grand final serta penganugerahan Piala Fatmawati pada 28 Mei.
—DataBicara: PDIP menempatkan kebijakan partai dalam gerakan budaya yang melibatkan perempuan sebagai pusat narasi bangsa.
