DB
Data Bicara
2026-02-07T12:12:00.000Z

Trump Ungkap Perundingan Iran, Video Rasis Obama Mengundang Kritik

Trump Ungkap Perundingan Iran, Video Rasis Obama Mengundang Kritik

Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku bahwa perundingan nuklir dengan Iran yang berlangsung di Muscat, Oman pada Jumat (6/2) berjalan "sangat baik" dan akan dilanjutkan pekan depan. Perundingan ini pertama sejak Washington mengebom situs nuklir Teheran pada Juni tahun lalu.

Di sisi lain, Trump mendapat kecaman setelah memposting video rasis yang menggambarkan mantan Presiden Barack Obama dan istrinya Michelle sebagai monyet di akun Truth Social. Video tersebut diposting Kamis (5/2) malam dan dihapus setelah hampir 12 jam, namun Trump menolak meminta maaf.

Sementara itu, kelompok radikal ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri yang menewaskan minimal 31 orang dan melukai lebih dari 160 orang di masjid Syiah Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra di Islamabad, Pakistan. Ledakan terjadi pada Jumat (6/2) waktu setempat.

Di sisi lain, Iran menyatakan keinginannya agar Washington menahan diri dari "ancaman dan tekanan" dalam rangka melanjutkan negosiasi nuklir dengan AS.
—DataBicara: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu perundingan ulang dan reaksi publik terhadap tindakan politik luar negeri.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.