DB
Data Bicara
2026-02-07T07:57:00.000Z

MUI Sambut Rencana Gedung Islam di Bundaran HI

MUI Sambut Rencana Gedung Islam di Bundaran HI

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut positif rencana Presiden Prabowo Subianto menyiapkan gedung bagi lembaga-lembaga umat Islam di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Rencana tersebut dianggap sebagai bentuk komitmen Presiden terhadap penguatan kelembagaan umat.

Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid menyatakan bahwa penyediaan gedung ini merupakan wujud kewibawaan dan perjuangan umat Islam yang mayoritas di Indonesia. Ia menegaskan hal itu di Masjid Istiqlal pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Gedung yang dimaksud adalah bekas Kedutaan Besar Inggris di kawasan Thamrin, dekat Bundaran HI. Di dalamnya nantinya akan difungsikan sebagai kantor bersama sejumlah lembaga keumatan seperti MUI, Baznas, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Dewan Masjid, serta ormas Islam lainnya.

Nusron menjelaskan bahwa tujuan pendirian gedung ini adalah mengurangi beban overhead tiap bulan bagi lembaga-lembaga tersebut dan memfokuskan sumber daya pada pemberdayaan umat. Ia juga menyebut desain awal bangunan dirancang hingga 40 lantai, namun menekankan agar detail anggaran dan target pembangunan ditanyakan langsung ke Kementerian Agama.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penyediaan lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi di depan Bundaran HI untuk gedung MUI serta badan-badan umat Islam seperti Badan Zakat Nasional (Baznas). Ia menegaskan komitmennya memperkuat peran ulama dan lembaga keumatan.

Prabowo juga menyatakan bahwa gedung tersebut akan dapat dimanfaatkan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang membutuhkan ruang. Ia menyebut rencana pembangunan gedung bertingkat tinggi dengan jumlah lantai sekitar 40, namun keputusan akhir tetap di tangan Menteri Agama.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.