Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa perundingan dengan Iran yang berlangsung di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2) waktu setempat berjalan "sangat baik" dan akan dilanjutkan pekan depan.
Perundingan ini merupakan pertama sejak Washington mengebom situs nuklir Teheran pada Juni tahun lalu, ketika Iran berperang melawan Israel. Konflik 12āhari tersebut menghentikan putaran perundingan nuklir sebelumnya.
Trump menyatakan bahwa Iran tampaknya "sangat ingin mencapai kesepakatan" dan akan bertemu lagi di awal pekan depan saat ia berada di Air Force One menuju resor MarāaāLago, Florida.
Di delegasi AS hadir utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner. Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Teheran memuji "suasana positif" dalam pembicaraan tersebut. Araghchi menyatakan bahwa perundingan secara eksklusif berfokus pada program nuklir Iran, yang ia tegaskan bersifat damai.
Witkoff dan delegasi AS menambahkan agenda mengenai rudal balistik, dukungan Iran untuk kelompok militan, serta perlakuan terhadap demonstran.
Kedua belah pihak "sepakat untuk melanjutkan negosiasi" namun Araghchi berharap AS menghindari "ancaman dan tekanan" agar pembicaraan dapat berlanjut.
āDataBicara: Negosiasi ini menandai upaya diplomatik ulang setelah intervensi militer AS di wilayah Timur Tengah, menunjukkan dinamika kompleks antara keamanan regional dan kebijakan luar negeri Amerika.
