DB
Data Bicara
2026-01-21T10:17:00.000Z

Pupuk Indonesia & Aljazair Mengakses MoU untuk Harga Terjangkau Petani

Pupuk Indonesia & Aljazair Mengakses MoU untuk Harga Terjangkau Petani

Pemerintah Indonesia melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan tambang fosfat Aljazair Somiphos di Aljir, Aljazair, pada 20 Januari. Perjanjian ini bertujuan memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau bagi petani. Presiden Prabowo Subianto menyatakan kebijakan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk, menekan biaya produksi, dan memastikan harga murah bagi petani. Prosesi disaksikan Wamen Pertanian Sudaryono. MoU berisi kerja sama untuk mempercepat distribusi pupuk ke daerah terpencil, meningkatkan efisiensi produksi, dan mengurangi biaya eksternal. Prosesi dipandu oleh tim ekspor dari Somiphos, yang merupakan anak perusahaan Grup Sonarem. Pemangku kepentingan lain meliputi pemerintah dan operator papan import. Data teknis seperti kapasitas produksi, jangka waktu peluncuran, serta kualitas pupuk belum disebutkan dalam sumber. Status peringatan keterjangkauan pupuk tidak ditunjukkan dalam sumber. —DataBicara: Kebijakan publik dan kerja sama internasional menjadi pendekatan efektif dalam mengatasi ketimpangan harga pupuk.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.