Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bergabung dengan Dewan Perdamaian yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, bertujuan menyelesaikan konflik global. Keputusan ini dibuat hari ini (21/1/2026) oleh kantor PM Israel, menurut laporan AFP. Dewan Perdamaian akan terdiri dari pemimpin dunia, dengan kontribusi dana sebesar US$1 miliar (Rp16,9 miliar) jika ingin status permanen. Penandatanganan ini dilakukan di Tel Aviv. Dewan Perdamaian drafnya menekankan stabilitas dan perdamaian di wilayah terdampak konflik, meski tidak terbatas pada Palestina. Prancis, sekutu AS, mengindikasikan tidak akan bergabung. Penentuan Dewan Perdamaian dianggap bisa membahayakan kerja PBB. Selain itu, Trump menetapkan Dewan Eksekutif Gaza di bawah Dewan Perdamaian, yang mencakup tokoh internasional seperti Menteri Luar Negeri Turki dan diplomat Qatari. Netanyahu menolak partisipasi Turki dan Qatar dalam ISF, meski alasan belum disebutkan. Hubungan Israel-Turki semakin memburuk setelah perang Gaza berakhir Oktober 2023.
2026-01-21T08:25:00.000Z
PM Israel Netofa Bergabung Dengan Dewan Perdamaian Trump

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.