Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninjau pabrik mesin industri di kota Pyongyang. Ia langsung memecat pejabat senior yang disebut tidak kompeten. Pemimpin menilai pabrik tidak mengalami kemajuan teknis dan menegur pejabat yang 'kasar' dan 'tidak bertanggung jawab'. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dilansir AFP, Kim Jong Un mengancam pejabat lain yang dinilai tidak kompeten. Media pemerintah Korut, KCNA, menyebut ia menilai para pejabat pengarah ekonomi tidak bertanggung jawab. 'Karena para pejabat pengarah ekonomi yang tidak bertanggung jawab, kasus modernisasi Kompleks Mesin Ryongsong mengalami kesulitan,' katanya. Kim menilai mereka 'terlalu lama terbiasa dengan sikap pesimis, tidak bertanggung jawab, dan pasif'. Ia kemudian menganalogikan pejabat tersebut seperti kambing menarik gerobak. 'Sederhananya, itu seperti memasangkan gerobak pada kambing, kesalahan yang tidak disengaja dalam proses penunjukan kader kita,' jelas Kim. Kim juga mengingatkan para pejabat ekonomi bahwa mereka 'hampir tidak mampu membimbing penyesuaian industri dan teknologi'. Pyongyang sedang menyiapkan kongres pertama partai penguasa dalam lima tahun terakhir, diperkirakan akan diadakan dalam beberapa minggu mendatang. Sebelumnya, Kim menegur pejabat Korut yang disebut 'tidak aktif' dan 'tidak bertanggung jawab' dalam rapat komite pusat Partai Buruh Korea. Ia mengecam sikap ideologis dan kerja yang tidak efektif. Kim menyerukan para pejabat untuk memiliki 'keyakinan dan keberanian' untuk masa depan. KCNA tidak memberikan rincian spesifik soal 'kekurangan dan praktik jahat' yang dimaksud. Namun, laporan menyebut partai berkuasa mengungkap banyak 'penyimpangan' disiplin yang merupakan istilah lebih halus untuk korupsi. Kim juga puji tentara Korut yang bertempur bersama Rusia melawan Ukraina, dengan estimasi sedikitnya 600 tentara Korut tewas dan ribuan luka. 'Kinerja mereka menunjukkan kepada dunia mengenai prestise tentara dan negara kita sebagai tentara yang selalu menang dan menjadi pelindung sejati keadilan internasional,' katanya. Para analis mengatakan Pyongyang menerima bantuan keuangan, teknologi militer, serta pasokan makanan dan energi dari Moskow sebagai imbalan atas pengiriman pasukan. Kim memuji upaya tahun ini dalam 'memodernisasi' pertahanan negara untuk menghadapi perubahan geopolitik dan teknologi global yang besar. —DataBicara: Kim Jong Un membanjiri kebijakan penegakan etika dan transparansi di Korut, dengan fokus pada pejabat yang terlibat dalam proses penunjukan kader. Tags: gempa-bumi, kebijakan-publik, politik-pemimpin, kota-negara, pendidikan, subsidi-energi, harga-pangan, keamanan-negara, teror-kebakaran, pemerintahan-publik
2026-01-20T14:16:00.000Z
Kim Jong Un Membicarakan Penutupan Jabatan Pejabat Korut

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.