DB
Data Bicara
2026-01-20T07:21:00.000Z

Siswa Difabel di Bandung Putus Sekolah Karena Bullying

Siswa Difabel di Bandung Putus Sekolah Karena Bullying

Siswa SMP di Kota Bandung, Jawa Barat, diduga menjadi korban bullying yang menyebabkan putus sekolah. Kabar ini dibagikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melalui unggahan Instagramnya. Saat berbicara dengan anak difabel yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay), Farhan menyampaikan bahwa semua anak berhak merasa aman di sekolah. Pemerintah Kota Bandung terus berupaya memerangi perundungan. Pada kesempatan tersebut, Farhan menekankan bahwa tidak ada ruang untuk bullying, dan setiap anak memiliki hak yang sama.

Pernyataan Farhan diharapkan mendorong pemerintah untuk melakukan pendekatan yang tepat dalam mengatasi masalah bullying. Kewenangan pemerintah terkait pengawasan sekolah dan penguatan sistem pendukung bagi siswa difabel. Data dari BMKG mencatat adanya peringatan dini terkait risiko kebutuhan khusus (KK) di wilayah tersebut.

Siswa yang mengalami keterlambatan bicara tergolong siswa difabel. Menurut sumber resmi, kebijakan dan tindakan pemerintah terkait kewajiban pemerintah dalam mendukung siswa difabel adalah langkah penting untuk membangun sistem sekolah yang inklusif. Peringatan dini ini bertujuan mengurangi risiko gangguan kesehatan dan perkembangan sosial siswa.

—DataBicara: Pemerintah Kota Bandung terus melakukan pendekatan yang tepat untuk mencegah perundungan di sekolah, terutama terhadap siswa difabel. Kebijakan pendidikan inklusif diwujudkan melalui pengawasan dan penguatan sistem pendukung yang tepat.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.