Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menafirkan keberatan terhadap ketertarikan Turki dan Qatar dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza, menekankan bahwa ISF akan terdiri dari pasukan berbagai negara.,Pembentukan ISF dalam rencana perdamaian Trump, dengan Komandan ISF dijatuhkan Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers, menjadi kuitansi kekecewaan Israel terhadap komposisi dewan penasihat Gaza yang didukung AS.,Netanyahu menilai komposisi dewan penasihat Gaza justru diambil dari pihak asing, menciptakan konflik dengan negara-negara di wilayah tersebut.,Otoritas Israel tidak menjelaskan alasannya keberatan, meski hubungan Turki dan Israel memburuk setelah perang Gaza dimulai Oktober 2023.,ISF yang dipersiapkan akan bertugas menjaga keamanan di Gaza dan melatih pasukan kepolisian baru, tetapi belum dibentuk kontingen negara mana pun.,Trump mengatakan Jeffers akan memimpin ISF, dan Israel menolak kompetensi Turki di zona Gaza setelah perang, mencerminkan keterbatasan kepedulian AS terhadap kepentingan regional.
2026-01-20T03:53:00.000Z
Netanyahu Berpendirian Menentang Turki dan Qatar di Pasukan Stabilisasi Gaza

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.