Pemerintah Iran mengklaim sedikitnya 5.000 orang tewas dalam unjuk rasa antipemerintah di wilayahnya, meski data terverifikasi masih tidak pasti. Pejabat pemerintah yang enggan disebut namanya mengakui jumlah korban tewas yang diverifikasi, sementara kelompok HAM HRANA melaporkan sebanyak 3.308 korban dengan 4.382 kasus lain. Unjuk rasa berlangsung sejak 28 Desember lalu karena kebutuhan ekonomi dan menjadi protes terhadap pemerintahan ulama di Teheran. Aparat keamanan Iran menindak demonstran secara keras, sementara kelompok HAM mengonfirmasi 24.000 orang ditangkap. Pemerintah menyalahkan asing, terutama AS dan Israel, sebagai penyebab kekerasan, dengan klaim jumlah kematian tertinggi terjadi di wilayah Kurdi. Pemadaman akses internet menyulitkan verifikasi data, meski kemungkinan pulih pada Sabtu (17/1) malam. —DataBicara: Kebijakan-publik, kekerasan-ekonomi, bencana-kekerasan
2026-01-19T03:06:00.000Z
Iran: 5.000 Korban Tewas dalam Unjuk Rasa Antipemerintah, Data Divergent

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.