Anggota Komisi II DPR RI dan Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, menilai retret kabinet kedua Presiden Prabowo Subianto tepat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi dan efektivitas kerja kabinet. Deddy mengungkapkan bahwa jumlah kabinet yang sangat besar (sekitar 30 lembaga) membutuhkan ruang dialog yang khusus. Pernyataan Deddy dilangsungkan pada Rabu (7/1/2026) kepada wartawan.
Retret kabinet digelar sebagai momen penting untuk mempercepat kesepakatan antar kementerian, terutama dalam mengurangi kesalahan (blunder) yang mungkin terjadi. Dalam wawancara, Deddy menyebutkan bahwa kerja sama lebih padu dan minim kesalahan adalah prioritas. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi peluang untuk membangun konsensus strategis antar pemangku kepentingan publik.
Kedatangan Presiden di Jakarta pada hari ini menandai tiga bulan setelah kabinet kedua diluncurkan. Retret ini diharapkan mampu mempercepat proses pembentukan kebijakan yang kooperatif. Dalam konteks kebijakan pemerintahan, pengalihan fokus dari kerja sama yang kurang efisien menjadi prioritas. Hal ini terkait dengan dinamika perubahan struktur organisasi pemerintahan dalam mencegah penggabungan atau konflik di tengah pemerintahan.
DPP PDIP memberikan sambutan positif terhadap retret kabinet. Kebijakan ini dinilai memperkuat solidaritas dalam kabinet, baik untuk mempercepat tindakan nyata maupun menangani masalah kritis. Dalam konteks kebijakan publik, retret kabinet dianggap strategis untuk memastikan konsistensi kebijakan dan mencegah perbedaan pendapat di tengah pemerintahan.
