Presiden AS Donald Trump kembali mengajukan usulan untuk menguasai Greenland, wilayah paling besar di dunia, yang saat ini dikendalikan Denmark. Usulan ini berlangsung sebelum masa jabatan kedua terpilihnya Trump, dan diumumkan pada 21 Desember 2025 secara resmi.,Trump mengatakan Greenland memiliki populasi kecil, tanah luas, dan strategis bagi keamanan militer. Pernyataannya dalam pidatonya menunjukkan keinginan untuk mengakuisisi pulau tersebut, meski justru menimbulkan marah dari Denmark yang meminta AS mengakhiri usulan tersebut.,Denmark mengecam usulan AS, menekankan bahwa Greenland adalah bagian dari NATO dan berperan penting dalam keamanan regional. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan konsekuensi negatif jika AS memperlihatkan sikap menghancurkan wilayah semi-otonom ini.,Pemerintahan Greenland juga menegaskan bahwa pemimpin mereka tidak akan mendukung usulan AS. Pernyataan tersebut diungkapkan melalui akun Facebook, dengan kesimpulan bahwa usulan AS justru menghambat dialog hukum internasional.,Greenland, yang terletak di Kutub Utara dan memiliki 56.000 penduduk, didukung pemerintahan Denmark dalam perekonomian yang bergantung pada perikanan. Perkembangan iklim menimbulkan perhatian terhadap sumber daya alam seperti uranium dan besi yang mungkin lebih mudah diakses akibat kenaikan suhu global.,Tidak ada tindakan militer langsung dari AS terkait usulan ini. Kekalahan dalam kebijakan militer dan ketegangan dengan negara lain memperparah kondisi keterlibatan internasional terhadap usulan pengakuan Greenland.
2026-01-06T15:21:00.000Z
Trump Mencanangkan Pemecahan Greenland, Denmark Menolak

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.