DB
Data Bicara
2026-01-06T14:51:00.000Z

16 Orang Meninggal, 29 Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang di Sitaro

16 Orang Meninggal, 29 Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang di Sitaro
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 16 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan jumlah korban bertambah dari 16 menjadi 16. Lokasi bencana terjadi di wilayah terdampak, dengan informasi teknis mencakup kedalaman banjir sekitar 10 meter. Peringatan dini diberikan oleh BMKG, dan area terdampak mencakup sekitar 800 hektar. Data resmi belum menyebutkan jumlah korban lainnya. —DataBicara: Infrastruktur pemerintahan dan kebencanaan membutuhkan kordinasi terstruktur untuk efisiensi pemadatan tenaga.

BNPB mencatat 29 rumah rusak berat akibat banjir, dengan informasi tambahan bahwa sebagian besar kerusakan terjadi di wilayah pedesaan. Pemadam api dan evakuasi dilakukan dengan koordinasi dengan instansi terkait. Kepala BNPB mengimbakkan warga tetap waspada dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Peringatan dini diberikan oleh BMKG pada tanggal 5 Januari 2025, dengan prediksi banjir bandang berlangsung hingga 10 Januari 2025. Pihak berwenang terus memantau keadaan dan siapkan reaksi darurat.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara mengatakan siapkan posko darurat untuk warga yang terdampak. Pihaknya memastikan penggunaan jalan dan fasilitas umum tetap berjalan.

BNPB telah menyiapkan rute evakuasi dan penanganan bencana. Pemadam api dan pemandian kota Sitaro sedang dilakukan dengan bantuan pihak swasta.

Komunikasi dengan masyarakat terus dijalankan untuk memastikan keamanan dan informasi terkini.

BNPB mengimbakakan warga tetap waspada dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keamanan wilayah.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.