Pada Sabtu (3/1) waktu setempat, 200 tentara AS memasuki Caracas, ibu kota Venezuela, dalam operasi militer untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro. Operasi tersebut mengakhiri 12 tahun pemerintahan Maduro yang dituduh otoriter. Pentagon menuduh Maduro menjalankan kartel narkoba dan memperdagangkan narkoba dengan imbalan US$ 50 juta. Menhan AS Pete Hegseth mengatakan tidak ada korban jiwa AS dalam operasi, mengatakan tentara diterjunkan tanpa kematian. Operasi melibatkan lebih dari 150 pesawat militer, termasuk penyerangan posisi pertahanan Venezuela. Maduro, yang dituduh korup dan memimpin Venezuela dengan tangan besi, saat ini ditahan di New York. Istrinya juga didakwa dan mengajukan pembelaan tidak bersalah. Operasi ini diakui sebagai pengejutan dunia, menggambarkan skala militer yang diterapkan. —DataBicara: Operasi militer AS terhadap Maduro mengukur kekuatan kehakiman dan perubahan pemerintahan di Venezuela.
2026-01-06T10:33:00.000Z
200 Tentara AS Mekar ke Caracas untuk Tangkap Maduro

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.