CIA menyimpulkan bahwa para loyalis Presiden Venezuela Nicolas Maduro, termasuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez, berada dalam posisi terbaik untuk menjaga stabilitas jika Maduro kehilangan kekuasaan. Laporan rahasia CIA dikirim kepada Presiden Donald Trump pada 6 Mei 2026, diungkapkan dua sumber yang enggan menyebut identitasnya. Sumber tersebut membenarkan laporan Wall Street Journal yang mempertahankan analisis tersebut.
Trump memilih mendukung Rodriguez daripada Maria Corina Machado, yang menjadi pemimpin oposisi, karena CIA berpendapat bahwa pemerintahan Trump ingin memastikan Venezuela tetap berada dalam kooperasi dengan Amerika Serikat. Gedung Putih menolak konfirmasi laporan tersebut, mengatakan bahwa Trump secara rutin diberi pengarahan tentang dinamika politik dunia.
Rodriguez resmi dipilih sebagai presiden sementara oleh parlemen Venezuela pada 5 Mei 2026, dua hari setelah pasukan AS menangkap Maduro terkait narkoterorisme. Sementara mematahkan sumpah jabatan, Rodriguez mengatakan bahwa keputusan tersebut dibuat atas nama rakyat Venezuela. Rodriguez menunjukkan keinginannya untuk bekerja sama dengan AS, meskipun Trump sepenuhnya siap bekerja sama dengan pemerintahan Maduro selama menyelesaikan reformasi dan akses investasi minyak.
Trump sempat memperingatkan Rodriguez bahwa jika dia gagal mematuhi tuntutan AS, situasi di Venezuela akan lebih buruk. Laporan CIA menyoroti keterlibatan Trump dalam memastikan konsistensi kebijakan Amerika Serikat di wilayah politik Venezuela.
