Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen mengecam keras tudingan Presiden AS Donald Trump terkait pengambilan Greenland oleh Amerika Serikat (AS). Komentar Trump, yang menyebut Greenland sebagai 'kawasan strategis kaya mineral', mengejutkan dunia dan meningkatkan kekhawatiran di Denmark serta Greenland. Frederiksen mengingatkan jika AS bertindak militer, maka aliansi militer NATO akan berakhir. Menyusul serangan AS di Venezuela akhir pekan lalu, Trump kembali meminta yurisdiksi AS atas Greenland. PM Denmark menegaskan tidak akan menerima situasi di mana mereka dan Greenland diancam dengan cara ini. 'Kami tidak akan menerima situasi di mana kami dan Greenland diancam dengan cara ini,' kata Frederiksen. Komentar Trump, termasuk menyebut perlu bicara tentang Greenland dalam 20 hari, semakin memperparah kekhawatiran. PM Greenland, Jens Frederik Nielsen, turut mengecam tudingan AS dan memperingatkan konsekuensi serius. Pernyataan Frederiksen ditambahkan oleh stasiun TV2, disebutkan pada 5/1 (5 Januari 2026). Mereka memperingatkan bahwa jika AS memilih untuk menyerang NATO lain, maka seumpama NATO mereka sendiri berakhir. Kekhawatiran terkait keamanan dan geopolitik semakin meningkat. Pemerintahan publik di Eropa berada pada solidaritas dengan PM Denmark. Tudingan Trump, yang berlangsung sejak masa jabatan keduanya, dianggap serius oleh PM. AS mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland. Pernyataan Trump, yang disampaikan pada hari Minggu lalu, menggarisbawahi persiapan AS untuk intervensi dalam waktu dekat.
2026-01-06T08:41:00.000Z
PM Denmark Ancam NATO Bubar Jika AS Caplok Greenland

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.