Presiden Jokowi mengkritik tudingan bahwa ada pihak yang teriak-teriak ingin menghidupkan militerisme. Prabowo menegaskan bahwa pendirian kebijakan terkait batas kepemimpinan otoriter akan dianalisis oleh para ahli. Acara dilaksanakan di Tennis Indoor, GBK, Senayan, Jakarta, pada 5 Januari 2025. Prabowo menyatakan bahwa kritik tak mengurangi kekuatannya, tapi ia bersyukur dihargai. Ia menegaskan bahwa pandangan kritis diperlukan untuk memperkuat kebijakan publik, meski perlu disesuaikan dengan kebutuhan publik. Tidak ada data teknis tambahan, hanya menghargai kontribusi kritis dari sumber. —DataBicara: Tindakan Prabowo memperkuat keterbukaan terhadap pendapat berbeda, menunjukkan pentingnya dialog dalam perbaikan kebijakan publik.
2026-01-06T02:50:00.000Z
Prabowo: Kritik 'Militerisme' Diperlukan, Akan Dikaji Oleh Ahli

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.