Presiden AS Donald Trump menegaskan意向 ingin mengendalikan Venezuela setelah operasi militer AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di Cacaras (3/1). Tindakan ini menuai kritik, sementara Maduro dijadwalkan menghadiri persidangan di New York (5/1). Pemimpin sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan siap bekerja sama dengan AS, meminta kesetaraan dan saling menghormati. Trump membantah tanya pernyataan terkait kriminalitas, mengancam akan menerbitkan serangan kedua jika Venezuela tidak berperilaku baik. Pemerintahan AS menegaskan siap bekerja sama dengan Maduro selama tujuan investasi minyak. Trump mengklaim operasi militer terkait perdamaian dan pemilu, sementara Maduro berada di penjara New York menunggu persidangan atas tuduhan narkoba.
2026-01-05T13:07:00.000Z
Trump Ancam Mengendalikan Venezuela dengan Operasi Militer

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.