Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kelemahan PBB setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Ia mempertanyakan keterbukaan dunia terhadap negara berdaulat. Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa konflik AS-Venuesia tidak berdampak langsung pada Indonesia, tetapi akan tetap dipantau terkait harga minyak. Purbaya menyebut Venezuela kurang aktif di pasar minyak, sehingga tidak memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia. Pernyataan ini disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2026). Airlangga menyatakan bahwa harga minyak tetap stabil di sekitar 63 dolar per barrel. Sejak September 2025, AS telah menghancurkan lebih dari 100 orang dalam 30 serangan terhadap kapal penyelundupan narkoba dari Venezuela. Keputusan AS dianggap melanggar hukum internasional. PBB ditetapkan lemah terkait aksi AS, sementara Indonesia tetap memantau kebijakan ekonomi terkait pasar minyak.
2026-01-05T09:50:00.000Z
Menkeu Purbaya Heran AS Bisa Tangkap Maduro: PBB Lemah

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.