UK dan Prancis melancarkan serangan gabungan terhadap ISIS di Suriah pada Minggu (4/1) untuk mencegah kebangkitan kelompok ekstremis. Serangan bertanggung jawab atas Operation Inherent Resolve, operasi internasional yang didukung AS terhadap ISIS di Irak, Suriah, dan Libya. Kementerian Pertahanan Inggris menyebut serangan dilakukan bersama Prancis pada Senin (5/1) untuk menggandakan fasilitas bawah tanah di Suriah, yang kemungkinan besar digunakan ISIS untuk menyimpan senjata dan peledak. Area di sekitar fasilitas tidak dihuni warga sipil. Serangan tersebut dijelaskan sebagai bagian dari upaya memerangi Daesh, kelompok radikal yang dikalahkan secara teritorial pada 2019. Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan tidak ada risiko terhadap warga sipil di area kejadian. Angkatan Bersenjata Prancis mengklaim serangan terhadap posisi ISIS merupakan bagian dari misi NATO. Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, mantan jihadis, berupaya meningkatkan keamanan setelah menggulingkan Bashar al-Assad. Palmyra, terdaftar di UNESCO, pernah dikorbankan oleh para petempur jihadis. Pada bulan lalu, ISIS menyerang stasiun AS di Palmyra, menewaskan dua tentara AS dan seorang warga sipil. Balasan militer AS menyerang target ISIS di Suriah.
2026-01-05T09:25:00.000Z
UK & Prancis Bombardir ISIS di Suriah untuk Mencegah Kembalinya Kelompok Ekstremis

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.