Jakarta - Serangan AS ke Caracas dan penangkapan Nicolas Maduro menimbulkan ketidakpastian bagi Venezuela. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengelola minyak Venezuela dengan menarik perusahaan minyak besar AS, memperbaiki infrastruktur minyak, dan meningkatkan pendapatan negara. Pernyataan ini disampaikan setelah operasi militer, yang mengubah dinamika politik dan ekonomi negara tersebut.
Venezuela kini berada dalam situasi kritis karena krisis ekonomi terbuka dan ketidakstabilan politik. Pemerintahan Trump yang terbukti memperkuat posisi AS dalam hal minyak, sementara ekonomi Venezuela terjebak di tengah pengendalian harga minyak global. Serangan AS juga memicu reaksi keras dari pemerintahan Venezuela, meliputi kritik terhadap keputusan AS sebelumnya dan upaya untuk memulihkan stabilitas ekonomi.
Data teknis menunjukkan keterlibatan AS dalam penambangan minyak di wilayah Caracas, sementara pemerintahan Venezuela terus berjuang memperbaiki jalan raya dan infrastruktur minyak yang rusak. Gempa bumi dengan magnitudo 7,4 tercatat di wilayah tersebut, mengganggu kestabilan sistem energi negara. Pernyataan Trump tentang investasi dan pembangunan di bidang minyak memperkuat keputusan AS untuk memastikan dominasi dominasi minyak pada pasar global.
