Jakarta - Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menyampaikan pernyataan sikap keras atas aksi militer AS terhadap Venezuela dan penahanan Presiden Nicolas Maduro. Pernyataan ini disampaikan setelah serangan militer AS yang dilakukan oleh Presiden Donald Trump pada 3 Januari 2026, yang melibatkan terorisme terhadap negara berdaulat. Ketua Umum PRIMA, Agus Jabo Priyono, menolak tuduhan bahwa Presiden Maduro memimpin kartel obat-obatan terlarang, mengklaim alasan sebenarnya adalah keinginan penguasa untuk menguasai sumber daya minyak Venezuela. Status peringatan dari BMKG menyatakan zona terdampak termasuk wilayah sektor pertanian dan logistik. Pada 3/1/2026, tindakan sepihak AS dianggap ilegal dan mendapat reaksi keras dari kelompok masyarakat lokal. —DataBicara: Kebijakan-publik, ekonomi, peristiwa-alam, kota-daerah, negara
2026-01-05T06:41:00.000Z
PRIMA Kecam Aksi Imperialistik AS ke Venezuela

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.