Korea Utara mengumumkan peluncuran rudal hipersonik 'mutakhir' pada hari Senin (5/1) sebagai bentuk persiapan kekuatan nuklir untuk menghadapi situasi geopolitik. Pemimpin Kim Jong Un menyatakan uji coba menunjukkan 'kesiapan pasukan nuklir DPRK' dan menudingkan kepentingan AS terhadap Venezuela. Korea Selatan dan Jepang mendeteksi dua rudal balistik dari Pyongyang sebelum kunjungan Lee Jae Myung ke China. Rudal hipersonik berkecepatan lebih dari lima kali suara dapat menembak di tengah peluncuran, mempertahankan keberlanjutan. Peluncuran diluncurkan dalam konteks krisis diplomatik dengan serangan AS terhadap Venezuela. Korea Utara membenarkan program nuklir sebagai penangkal terhadap ancaman rezim. Sistem senjata baru tercatat digunakan di Ukraina dan Israel. Pemerintah Korea Utara mengkritik serangan AS sebagai pelanggaran kedaulatan, sementara analis menilai taktik ini memperkuat posisi mereka. —DataBicara: Kekuatan nuklir dan kebijakan keamanan kota menjadi fokus dalam konteks geopolitik dan ekonomi.
2026-01-05T04:40:00.000Z
Korea Utara Luncurkan Rudal Hipersonik, Siap untuk Perang

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.