1. Tahun 2025 memperlihatkan anomali iklim dengan curah hujan di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkat jauh melebihi biasanya, menghadirkan kebingungan publik karena musim kemarau biasanya dimulai pada September. 2. Fenomena ini berlangsung dari Mei hingga Juni 2025, kembali berlangsung hingga September, menghadirkan konflik antara data klimatologis dan pengamatan termedia. 3. Tidak ada indikasi resmi dari BMKG tentang dampaknya, tetapi kejanggalan ini menjadi topik hangat dalam percakapan di media sosial, dengan netizen meragukan pola cuaca yang tidak seharusnya terjadi. —DataBicara: Data klimatologis menyebutkan kejanggalan siklo dan perubahan pola musim, yang memicu kebingungan publik. 4. Analisis Singkat: Fenomena ini menunjukkan perbedaan antara prediksi klimatologis dan pengamatan termedia, menunjukkan potensi konflik antara data teknis dan interpretasi publik.
2026-01-05T08:30:00.000Z
Kemarau Basah 2025: Hujan Lebih Tinggi di Jawa-Bali-NTB

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.