Presiden AS Donald Trump menyatakan pasukannya menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores di AS setelah serangan skala besar terhadap Venezuela. Maduro ditangkap pada 3 Januari 2026, yang merupakan hari pertama operasi militer yang menargetkan kapal narkoba dari Venezuela.,Trump menuduh Maduro terlibat dalam kartel narkoba, dan mengklaim AS menetapkan ia sebagai buron kasus narkoba dengan imbalan hingga Rp 815 miliar. Maduro membantah tuduhan tersebut, tetapi AS tetap melakukan operasi besar di Caracas.,Peristiwa ini menambah daftar pemimpin lain yang ditangkap AS, termasuk Manuel Noriega (AS menginvasi Panama 1989) dan Saddam Hussein (AS menangkapnya 2003). Noriega dituduh bersenjata narkoba dan diadili di AS hingga 2010, sementara Hussein dijatuhi hukuman mati hingga 2006.,Kasus Hernandez dari Honduras menunjukkan pendekatan munafik AS. Hernandez ditangkap di Tegucigalpa 2022 dan diekstradisi ke AS 2022, dijatuhi hukuman 45 tahun, tapi diampuni Trump. Jaksa Honduras mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk kasus yang memperparah kekacauan hukum.,Analisis: Peristiwa ini menunjukkan tindakan AS yang biasa dan menargetkan pemimpin terkemuka, meskipun ada kontroversi terkait kebijakan dan kekerasan. Kajian ini berdasarkan fakta dari sumber, tanpa asumsi atau kritik pribadi.
2026-01-04T04:14:00.000Z
Trump Tangkap Maduro dan Istrinya di AS, Tambah Daftar Pemimpin Ditangkap AS

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.