DB
Data Bicara
2026-01-04T01:01:00.000Z

Presiden Prabowo: 1.138 Siswa Kedinasan Bertugas Bantu Korban di Aceh Tamiang

Presiden Prabowo: 1.138 Siswa Kedinasan Bertugas Bantu Korban di Aceh Tamiang

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan siswa dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berangkat ke Aceh Tamiang untuk bantu korban bencana. Sebanyak 1.138 praja IPDN dipakai, dan peluncuran dilakukan Mendagri Tito Karnavian di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (3/1). Tito menyebutkan keputusan ini terjadi setelah berdiskusi dengan Prabowo tentang situasi bencana.,Praja IPDN tidak hanya melakukan kerja bakti, tapi juga membantu membangun sistem pemerintahan dan layanan publik di daerah terdampak. Tito menyampaikan upaya ini sebagai solusi win-win, dengan tujuan membantu membersihkan, memulihkan pemerintahan, dan menjadi bagian kurikulum akademik peserta didik.,Siswa sekolah kedinasan seperti perhubungan atau KKP bisa menghadapi bencana langsung, misalnya melihat dampak di bandara atau pelabuhan, serta mendampingi ASN daerah. Prabowo menegaskan apresiasi terhadap keputusan ini, dengan mengatakan jika diperlukan, pengiriman bisa diperpanjang.,Selain itu, Presiden menekankan perlu percepatan pemulihan infrastruktur seperti jembatan, jalan, fasilitas kesehatan, dan pengungsian. Aceh Tamiang menjadi prioritas karena kerusakan paling berat, dengan indikator pemulihan melalui berjalannya pemerintahan dan ekonomi masyarakat. Praja IPDN akan bertugas selama satu bulan dengan perlengkapan sendiri, seperti sekop, cangkul, dan logistik.,Kunjungan praja IPDN juga menjadi bagian dari KKN (Kuliah Kerja Nyata) sebagai bagian penilaian akademik. Mereka akan membantu memulihkan 200 desa yang belum beroperasi optimal akibat bencana, serta membersihkan kantor pemerintahan dan mendampingi ASN daerah terdampak.,Analisis Singkat: Keputusan Presiden Prabowo memfasilitasi siswa kedinasan turun ke daerah bencana sebagai strategi pengalaman nyata dan pemulihan sistem pemerintahan. Ini menunjukkan kebijakan publik untuk menggabungkan keahlian masyarakat dengan tanggung jawab kebijakan.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait.