Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan menjadi pemimpin negara Venezuela hingga terwujudnya transisi pemerintahan yang aman dan terukur. Hal ini dilakukan setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Trump menekankan bahwa pemerintahan AS akan berkontribusi pada penegakan hukum dan stabilitas di negara tersebut.
Trump menyatakan bahwa AS akan memimpin Venezuela hingga saat transisi pemerintahan berjalan dengan konsistensi, menjelaskan bahwa negara tersebut membutuhkan perubahan yang diakui oleh dunia. Ia menegaskan keinginan untuk tidak terlibat dalam konflik politik, mengingat situasi yang serupa di masa lalu. Pernyataan ini disampaikan pada konferensi pers di klub Mar-a-Lago, Florida, pada 4 Januari 2025.
Trump membatasi penerapan kebijakan AS pada masa transisi, dengan harapan mendorong proses demokratis dan kesejahtaraan sosial. Pada saat yang sama, pihaknya berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan kestabilan. Dalam konteks ini, transisi pemerintahan dianggap sebagai langkah kritis untuk menghadapi perubahan sosial yang mendesak.
—DataBicara: Keputusan Trump memperkuat pertukaran kebijakan antara AS dan negara pemimpin lain, dengan fokus pada stabilitas dan keadilan sosial sebagai kriteria utama.
