Venezuela menuduh AS menyerang instalasi sipil dan militer di negara bagian di wilayahnya setelah tujuh ledakan dan suara pesawat terbang terdengar di Caracas, Sabtu (3/1/2026). Pentagon dan Gedung Putih belum merespons laporan tersebut.,Pemerintahan Bolivarian menuduh AS melakukan 'agresi militer yang sangat serius' terhadap ibu kota. Pemerintahan meminta rakyat turun ke jalanan dan memerintahkan pihak swasta untuk melibatkan diri dalam rencana mobilisasi.,Pemadam api terlihat dari hanggar militer di Caracas, sementara ledakan lain terdengar di area pesisir dan La Guaira. Penyebab ledakan belum diketahui, dan belum ada korban jiwa tercatat.,Video CNN menunjukkan kepulan asap dan kilatan cahaya di sekitar ledakan. Media lokal mengatakan ledakan terdengar di La Guaira, pesisir, dan Higuerote, meskipun lokasi tidak dikenal.,Presiden AS Trump menegaskan serangan di sepanjang pantai Karibia, meskipun jenis operasi belum dijelaskan. Maduro membuka ruang kerja sama dengan AS setelah menghadapi tekanan militer.,Maduro menekankan AS ingin memaksakan perubahan rezim dan akses minyak di Venezuela. Serangan AS terkemudian dianggap sebagai serangan darat pertama di wilayah tersebut.,Pernyataan Maduro terkait kebijakan publik dan perubahan kekuatan militer, sementara pihak AS belum mengonfirmasi atau membantah serangan.
2026-01-03T08:55:00.000Z
Venezuela Tuduh AS Serang Instalasi Sipil-Militer Usai Ledakan di Caracas

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.