Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengklaim Aceh Tamiang menjadi fokus pemulihan pasca-bencana, mengingat dampaknya tergolong paling parah. Tito memberikan peringatan bahwa daerah ini menerima keterbatasan sumber daya terbesar dibandingkan daerah lain. Pernyataan ini disampaikan saat berdiskusi di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada 3 Januari 2026. Kemenangan terhadap bencana di Aceh Tamiang terlihat dari jumlah korban dan kerusakan yang sangat besar. Pemerintah memprioritaskan alokasi sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan, termasuk penanganan krisis kebutuhan layanan kesehatan dan perumahan. Dikutip dari BMKG, potensi gelombang badai dan cuaca ekstrem tetap berjalan di wilayah tersebut hingga akhir tahun 2026.
2026-01-03T04:23:00.000Z
Aceh Tamiang Jadi Prioritas Pemulihan, Mendagri: Dampak Bencana Paling Berat

Artikel Terkait
Tidak ada artikel terkait.